Jakarta (KABARIN) - Dua bulan setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatra, upaya pemulihan terus berjalan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan perkembangan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang kini mulai memberi ruang aman bagi ribuan keluarga untuk menata ulang kehidupan mereka.
Dalam keterangan tertulis Tim Media Presiden yang diterima di Jakarta, Minggu, BNPB menyebutkan pembangunan huntara dilakukan melalui berbagai skema pendanaan. Mulai dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB, dukungan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga kolaborasi dengan BUMN serta lembaga sosial. Sebagian unit telah rampung dan mulai dihuni, sementara lainnya masih dalam tahap konstruksi.
Di Provinsi Aceh, pembangunan huntara tersebar di banyak kabupaten dan kota dengan jumlah mencapai ribuan unit. Di Kabupaten Pidie Jaya, misalnya, sebanyak 393 unit huntara dibangun di beberapa desa seperti Blang Awe, Manyang, Meunasah, dan Geunteung. Sejumlah unit di wilayah ini sudah selesai dan mulai ditempati warga.
Sementara di Kabupaten Pidie, pembangunan huntara memanfaatkan tanah desa dan dibiayai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) pemerintah kabupaten. Sebanyak 12 unit dilaporkan telah rampung. Di Kabupaten Nagan Raya, BNPB mencatat pembangunan huntara di empat titik, salah satunya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang dengan total 609 unit, di mana sebagian sudah selesai dibangun.
Pembangunan huntara juga berlangsung di Kota Lhokseumawe dengan total 67 unit, serta di Kabupaten Bener Meriah yang membangun 914 unit huntara tahap pertama di berbagai kecamatan. Progres pembangunan bervariasi, namun sebagian unit telah siap dihuni.
Di Kabupaten Aceh Timur, BNPB membangun 2.592 unit huntara insitu yang tersebar di sejumlah kecamatan, dilengkapi dengan 821 unit huntara komunal hasil kolaborasi BNPB dan Danantara. Sebagian unit di wilayah ini juga telah selesai dan mulai digunakan warga.
Sementara itu, Kabupaten Aceh Tamiang mencatat pembangunan 1.950 unit huntara, baik insitu maupun terpusat. Di wilayah ini, kementerian dan pihak swasta turut membangun 700 unit huntara tahap pertama di Kecamatan Karang Baru dan Bandar Pusaka.
Di Provinsi Sumatra Utara, pembangunan huntara berlangsung di Kabupaten Tapanuli Utara sebanyak 40 unit, dengan 30 unit telah rampung dan sisanya ditargetkan selesai pada akhir Januari 2026. Adapun di Kabupaten Tapanuli Selatan, pembangunan huntara terpusat mencapai 683 unit, ditambah 133 unit huntara mandiri yang masih terus dikerjakan.
Sementara di Sumatra Barat, pembangunan huntara dilakukan di berbagai daerah. Di Kabupaten Agam tercatat 437 unit, di Tanah Datar sebanyak 64 unit, serta pembangunan serupa di Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan. Sebagian unit telah selesai, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan.
BNPB menegaskan, pembangunan hunian sementara ini menjadi bagian penting dari tahapan pemulihan pascabencana. Huntara diharapkan menjadi tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi bagi warga terdampak, sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap di wilayah masing-masing.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026